Senin, 14 Juli 2008

Nikmatnya "Syukur" bersama Quantum Ikhlas...

















Akhirnya apa yang aku cari aku dapatkan di sini. Pemahaman yang sangat bijak untuk menjalani hidup. Barangkali kita semua sudah mengerti, tapi mengerti dan mengetahui saja ternyata belum cukup untuk menjadi manusia yang ikhlas dan bersyukur. Aku beruntung banget bisa gabung dalam komunitas TDA, aku beruntung banget bisa dipertemukan dengan mbak Annisa. Karena dialah yang mengantarkan aku mengenal lebih dalam tentang Quantum Ikhlas. Akhirnya aku bisa mengikuti pelatihan basicnya kemarin. Pak Erbe Sentanu emang hebat. Ilmu yang diterapkan sangat membantu meluruskan pemikiran2 manusia yang keliru. Bagimana menemukan dan merawat ikhlas, bagaimana menjaga hati agar selalu dalam kondisi yang positif. Bagaimana manusia bisa menarik segala sesuatu yang dia inginkan hanya dengan menyelaraskan hati dan pikiran. Wah.....sungguh luar biasa deh....

Happy B'day for my sweet heart....


Nggak terasa, jagoanku dah 6 tahun nih........ Rasanya baru kemarin aku menggendongnya, memakaikan popoknya, memandikannya. Wiihh...waktu terasa begitu cepat berlalu, seiring bergulirnya liku perjalanan hidup, dan engkau selalu hadir bagai lilin yang memberikan lentera bagi kami.
Ceriaamu selalu menghibur, lucumu selalu membuat kami haru. Selamat Ulang Tahun sayang....... Bunda akan selalu ada untukmu, menemanimu, menjagamu sampai engkau mampu untuk terbang sendiri mengarungi dunia. Bahagialah selalu untuk dirimu, bahagialah selalu untuk orang2 di sekitarmu, bahagialah untuk semua yang tersayang dan selalu menyayangimu.

Kamis, 10 Juli 2008

Menuju Sukses dengan Penuh Percaya Diri

Kita mungkin tidak menyadari, bahwa penyebab utama kegagalan datangnya dari diri kita sendiri. Tak lain hal tersebut dikarenakan oleh pikiran dan perasaan bawah sadar negative yang serba ragu, takut gagal, bahkan malu, serta ketidakstabilan emosi dan hawa nafsu yang menyertainya.

Seseorang yang sebenarnya cerdas, kreatif, berwawasan dan unggul di bidangnya, bisa jadi tersingkir dari persaingan ujian, seleksi kerja, maupun tes promosi jabatan hanya karena factor ketidakmantapan emosi dan rasa percaya diri yang rendah dalam menghadapi persaingan. Ketika materi persiapan sebenarnya sudah terserap dan terekam dengan baik, materi tersebut tiba-tiba bisa hilang dari ingatan, terpengaruh emosi stress dan kegugupan yang luar biasa.

Tingkat intelegensia (IQ) bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan. Kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Pengendalian emosi yang baik berupa kestabilan emosi, dan kemantapan emosi, menjadi factor penting penentu kasuksesan hidup seseorang.



Selasa, 08 Juli 2008

Menghargai hidup dan belajar lebih sukses

Pernahkah kita mengalami kegagalan? Mungkin kita semua pernah merasakannya. Ketika kita mencoba sesuatu, ada kalanya kita gagal. Nah, bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Kita harus siap dengan hasil yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan keinginan. Bila hasil tidak sesuai dengan keinginan , bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah SWT. Bisa jadi kegagalan tersebut merupakan jalan menuju sukses besar yang harus kita lalui terlebih dahulu. Karena setiap jengkal kehidupan kita sudah direncanakan oleh Allah SWT dengan kandungan banyak sekali hikmah pembelajaran.Sebuah proses belajar menuju prestasi yang lebih baik. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi nilai amal. Sesungguhnya orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki tangga ke lima puluh harus diawali dengan tangga pertama.
Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah selalu mempunyai rencana untuk kita, Allah menciptakan kita dengan perhitungan dan pertimbangan yang maha cermat.
Setiap perjalanan sukses seseorang, di dalamnya pasti ada antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras dan kebulatan tekad. Dalam hal ini kematangan pribadi yang dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakan akan mudah diraih.
Manusia memiliki potensi yang kita kenal dengan IQ ( Intelegence Quotient ), EQ ( Emotional Quotient ), SQ ( Social Quotient ), Entre-Q ( Entrepreneurship Quotient ).
Seseorang dengan kecerdasan emosi yang tinggi dapat memahami orang lain lebih baik dan membuat keputusan yang bijak. Kecerdasan emosi terkait erat dengan bagaimana seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari dan ketahui tentang kebahagiaan yang diinginkan. Bagimana mencintai dan berinteraksi dengan sesame. Sehingga secara otomatis, individu tersebut juga akan lebih bisa menghargai hidup dan lebih bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidup


Bulan Rajab....

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 4 bulan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram(mulya)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi saw, 'Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban.' Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Ada beberapa hadis lain yang menerangkan keutamaan bulan Rajab. Seperti berikut ini: 
"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
"Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku." 

Fenomena pergantian bulan di mata muslim adalah salah satu sarana untuk mengingat kekuasaan Allah swt dan dalam rangka untuk mengambil ibrah dalam kehidupan juga sebagai sarana ibadah.

Karena itu, pergantian bulan dalam bulan-bulan Hijrah kita disunnahkan untuk berdo’a, terutama ketika melihat hilal atau bulan pada malam harinya. Do’a yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah saw. adalah:

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ وَخَيْرٍ

“Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi)

Banyak hadist dan ulama yang memiliki pendapat yang beda tentang kemuliaan bulan ini. Namun kita sebagai umat, janganlah menganggap perbedaan itu sebagai suatu perpecahan. Perbedaan adalah warna dalam mencari kebenaran. Rasulullah menjalani puasa di bulan Rajab, namun tidak penuh satu bulan. Kita sebagai umat hanya bisa meneladani apa yang Beliau amalkan. Huallahualam......